Tag Archive | compressor

Kompresor

berhubung Tugas akhir saya adalah perancangan kompresor,,pgn neh sedikit bagi ilmu saya yg emng masih dangkal ini tentang kompresor..hehe

Kompresor adalah peralatan mekanis yang berfungsi untuk memampatkan gas sehingga tekanan gas menjadi naik dengan cara mengubah energi mekanik penggerak menjadi energi aliran.

Pada dasarnya kompresor dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:

  1. Kompesor perpindahan positif (Positive replacement compressor)
  2. Kompresor dinamik (Dynamic compressor

Pengelompokan tersebut didasarkan pada cara pengubahan energinya/kompresinya.

 

Kompresor Perpindahan Positif

Pada kompresor perpindahan positif tekanan gas atau udara dapat bertambah dengan cara mengurangi volume gas yang dihisap masuk ke dalam silinder. Adanya gaya yang diberikan penyekat pada gas atau udara akan mengakibatkan terjadinya kenaikan tekanan yang akan memaksa gas atau udara tersebut keluar melalui katup buang.

 

Kompresor perpindahan positif terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. kompresor torak (Reciprocating compressor)
  2. kompresor rotari (Rotary compressor)

 

Kompresor Torak

Kompresor torak merupakan salah satu jenis kompresor yang telah digunakan untuk aplikasi yang sangat luas. Kecepatan alir masuknya dapat mencapai 100 hingga 10000 cfm (cubic feet per meter). Kompresor ini terdiri dari serangkaian penggerak mekanis seperti dalam rangkaian mekanis motor bakar. Terdapat kesamaan komponen-komponen utama antara kompresor torak dengan motor bakar diantaranya piston, batang penggerak, silinder piston, crank shaft, dan sebagainya. Prinsip kerja kompresor ini adalah sesuai dengan prinsip kerja motor bakar, dimana pada saat  piston ditarik volume akan membesar, tekanan akan menurun. Pada saat tekanan menurun gas yang memiliki tekanan lebih tinggi akan memasuki ruangan melalui katup isap. Pada saat piston bergerak menekan, maka volume akan mengecil sehingga tekanan akan membesar. Dengan tekanan yang lebih besar dari tekanan diluar, maka udara akan bergerak dari ruangan menuju keluar melalui katup tekan. Kompresor jenis ini dilengkapi dua jenis katup yaitu katup isap dan katup tekan. Katup isap berfungsi sebagai saluran masuk gas sebelum gas dikompresi. Setelah gas dikompresi, gas tersebut akan dialirkan ke katup tekan. Katup ini hanya berlaku satu arah. Karena itu katup tekan juga berfungsi untuk mencegah gas mengalir kembali ke kompresor.

Kompresor torak tidak dapat melayani putaran tinggi, karena kompresor ini dapat menghasilkan gaya inersia akibat gerak bolak-baliknya. Sehingga dengan putaran yang sangat tinggi akan mengakibatkan gaya inersia yang sangat tinggi, hal ini akan menimbulkan getaran yang tinggi dan dapat memicu kerusakan komponen-komponen mekanis.

Kompresor yang kompresinya hanya pada satu sisi disebut single acting compressor. Kompresor yang terdiri dari dua sisi kompresi disebut double acting compressor. Susunan yang terdiri dari satu atau banyak silinder dan dihubungkan secara paralel disebut single stage compressor. Sebaliknya, kalau disusun seri dan biasanya dihubungkan dengan cooler disebut multistage compressor.

Kompresor Rotari

Kompresor putar dapat menghasilkan tekanan yang sangat tinggi. Pada kompresor putar getaran yang dihasilkan relatif kecil dibandingkan dengan kompresor torak. Hal ini disebabkan sudu-sudu pada kompresor putar, yang merupakan elemen bolak-balik, mempunyai masa yang jauh lebih kecil daripada torak. Selain itu kompresor putar tidak memerlukan katup, sedangkan fluktuasi alirannya sangat kecil dibandingkan dengan kompresor torak.

Ada beberapa jenis kompresor putar, salah satunya adalah kompresor sudu luncur. Kompresor sudu luncur mempunyai sebuah rotor yang memiliki sudu-sudu. Rotor ini berputar didalam sebuah stator berbentuk silinder. Rotor dipasang secara eksentrik terhadap stator. Sudu-sudu dipasang pada alur disekeliling rotor dan ditekan kedinding silinder oleh pegas didalam alur. Jika rotor berputar maka sudu akan ikut berputar sambil meluncur di permukaan didalam silinder. Atas dasar hal tersebut kompresor ini dinamakan kompresor sudu luncur.

Jenis kompresor putar lainnya adalah kompresor putar jenis sekrup. Kompresor putar ini memiliki sepasang rotor berbentuk sekrup. Pasangan ini berputar serempak dalam arah yang berlawanan dan saling mengait seperti roda gigi. Putaran serempak ini dapat berlangsung karena kaitan gigi-gigi rotor itu sendiri atau dengan perantaraan sepasang roda gigi penyerempak putaran. Karena gesekan antar rotor sangat kecil, kompresor ini mempunyai performansi yang baik untuk umur kerja yang panjang. Perbedaan tekanan maksimum yang diizinkan pada kompresor ini ditentukan oleh defleksi lentur rotor dan besarnya biasanya adalah 30 kg/cm2 (2900 kPa)..

 

Kompresor Dinamik

Kompresor dinamik bekerja dengan cara memindahklan energi pada sudu dengan dasar pembelokan aliran sehingga energi kinetik dalam kompresor akan bertambah  seiring bertambahnya kecepatan alirannya. Proses ini berlangsung pada bagian yang bergerak yang disebut impeler.

Setelah melewati impeler, gas tersebut akan dilewatkan pada rumah kompresor yang berbentuk volut. Bentuk rumah kompresor ini akan menurunkan kecepatan aliran gas atau dengan kata lain mengubah energi kinetik menjadi energi tekanan.

Berdasarkan arah alirannya, kompresor dinamik dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Kompresor arah radial (Radial flow compressor)
  2. Kompresor arah axial (Axial flow compressor)
  3. Kompresor arah Campuran (Mixed flow compressor

 

Kompresor Arah Radial

Kompresor ini biasanya disebut kompresor sentrifugal. Pada kompresor jenis ini, gas meninggalkan impeler dengan arah tegak lurus sumbu poros kompresor. Ketika impeler berputar, gas dialirkan diantara sudu-sudu yang berputar dari sisi isap ke sisi tekan kemudian diarahkan ke bagian statis yang disebut difuser.  Gas yang melewati difuser kecepatan alirannya akan diperlambat, kemudian energi aliran akan dikonversikan ke energi tekanan seiring dengan menurunnya kecepatan aliran. Semakin radial sudu kompresor semakin sedikit tekanan pada impeler dan makin besar konversi energi pada difuser.

 

Kompresor Arah Axial

Pada kompresor jenis ini gas meninggalkan impeler dengan arah sejajar dengan sumbu poros kompresor. Kompresor ini beroperasi pada kapasitas yang besar.

Kompresor Arah Campuran

Pada kompresor jenis ini gas akan meninggalkan impeler dengan arah aliran miring/diagonal terhadap sumbu poros. Impeler pada kompresor ini membentuk sudut tertentu terhadap rotor.

 

Berdasarkan konstruksinya kompresor dibedakan atas:

  1. berdasarkan tingkat kompresinya
    1. satu tingkat
    2. dua tingkat atau lebih
  2. berdasarkan langkah kerja
    1. kerja tunggal
    2. kerja ganda
  3. berdasarkan susunan silinder
    1. mendatar
    2. tegak
    3. bentuk-L, bentuk-V, bentuk-W, dll.
  4. berdasarkan cara pendinginan
    1. pendinginan air
    2. pendinginan udara
  5. berdasarkan tekanan akhirnya
    1. tekanan rendah ( < 25 atg )
    2. tekanan sedang ( 25-100 atg )
    3. tekanan tinggi ( 100-500 atg)
  6. berdasarkan  kapasitas yang dihasilkan
    1. kapasitas kecil ( <160 m /jam)
    2. kapasitas sedang (160-4000 m /jam)
    3. kapasitas besar ( >4000 m /jam)

 

semoga berguna y bro,,

meskipun udah pada tahu tapi gag ada salahnya untuk berbagi..=)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.